
HUBUNGAN presiden dan wakil presiden di negeri ini memiliki berbagai macam nuansa dan substansi. Sebagian bergantung kepada riwayat mereka naik ke takhta kekuasaan, sebagian lagi bergantung kepada personalitas sang presiden.
Ada hubungan yang merupakan anteseden sejarah. Inilah pasangan yang sangat idealistis di mata rakyat. Bahkan, perpecahan kedua pemimpin negara itu dikhawatirkan menghancurkan bangsa.
Demikian romantis dan idealistis persepsi hubungan presiden dan wakil presiden itu sampai diberi predikat dwitunggal. Itulah yang terjadi dengan Soekarno-Hatta.
Namun, kemesraan itu tidak berlangsung lama. Hubungan itu retak, pecah, berantakan. Keduanya berpisah. Bung Karno kemudian membiarkan (lagi…)

Kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia tetap saja dipakai sebagai sandera, terutama oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Padahal, sejak Presiden Habibie, telah ada keputusan pemerintah tentang itu. Namun, setiap kali rezim berganti, DPR selalu saja mempersoalkan kembali, seakan-akan semua keputusan pemerintah sebelumnya tidak ada.
Partai-partai yang sekarang mempersoalkan kembali BLBI adalah partai-partai yang menjadi motor penyelesaian di masa lalu. Ketika Habibie mengambil keputusan, Golkar menjadi tiangnya. Di masa Gus Dur, PKB di belakangnya. Pada era Mega, PDIP penopangnya. Tetapi sekarang, partai-partai itu berteriak lantang seolah-olah mereka tidak mengerti dan mengetahui kebijakan di masa lalu.
Dan, DPR sekarang tidak memiliki kemauan untuk mengoreksi disiplin berpikir yang keliru itu. Bahwa sebuah pemerintahan atau negara memiliki kewibawaan dan kepastian kalau kebijakan (lagi…)