Hipmala ku sayang….

April 2, 2008

Mawardi Harirama Pelestari Budaya Lampung

Diarsipkan di bawah: Seni Budaya — hipmala @ 8:18 am
Tags:

Oleh
Syafnijal Datuk Sinaro

BANDAR LAMPUNG -Kepunahan budaya lokal akibat terpaan budaya global tentunya merugikan bangsa Indonesia.
Apalagi bagi Lampung, yang budayanya lebih sempurna karena memiliki aksara dan bahasa sendiri. Namun tidak banyak warga Lampung yang peduli terhadap pelestarian budaya nenek moyangnya tersebut.
Di antara yang sedikit itu, terdapat Mawardi Harimana Sultan Pengiran Pesirah Mergo (56). Ketua Paguyuban Seni Budaya Lampung Tangkai Mas Jaya ini menyatakan gelisah terhadap kelestarian budaya Lampung mengingat kian minimnya minat generasi muda untuk mempelajarinya.
Saat ini memang melalui mata pelajaran muatan lokal, aksara Lampung dipelajari dari SD hingga SMP. Tapi itu saja belum cukup, karena bahasa dan aksara yang dipelajari itu tidak digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Demikian pula dengan atraksi budaya dan pesta-pesta adatnya, baru mulai mendapat tempat sejak Sjachrudin ZP menjadi Gubernur Lampung. Bahkan kini gedung-gedung pemerintah dan swasta mulai dihiasi dengan motif-motif khas Lampung.
Mawardi mengusulkan agar ke depan, nama-nama gedung perkantoran dan toko juga dilengkapi dengan aksara Lampung, seperti di Thailand dan Jepang. “Sehingga begitu ada tamu, mereka benar-benar merasa berada di Lampung,” ujarnya dalam sebuah percakapan di rumah adatnya yang asri dan luas di bilangan Kota Sepang, Kedaton, Bandar Lampung.
Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pelestarian dan pengembangan adat budaya
(lagi…)

Sastra Lampung

Diarsipkan di bawah: Seni Budaya — hipmala @ 8:01 am
Tags:

Jenis sastra lisan Lampung

A. Effendi Sanusi (1996) membagi lima jenis sastra tradisi lisan Lampung: peribahasa , teka-teki , mantera , puisi , dan cerita rakyat.

1. Sesikun/sekiman (peribahasa)

Sesikun/sekiman adalah bahasa yang memiliki arti kiasan atau semua berbahasa kias. Fungsinya sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaaan, sanjungan, perbandingan atau pemanis dalam bahasa.

2. Seganing/teteduhan (teka-teki)

Seganing/teteduhan adalah soal yang dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk pengasah pikiran.

3. Memmang (mantra)

Memmang adalah perkataan atau ucapan yang dapat mendatangkan daya gaib: dapat menyembuhkan, dapat mendatangkan celaka, dan (lagi…)

Pantun Lampung

Diarsipkan di bawah: Seni Budaya — hipmala @ 5:38 am
Tags:

Pantun/segata/adi-adi adalah salah satu jenis puisi tradisi Lampung yang lazim di kalangan etnik lampung digunakan dalam acara-acara yang sifatnya bersukaria, misalnya pengisi acara muda mudi nyambai, miyah damagh, kedayek. Pantun merupakan sejenis puisi yang terdiri atas 4 baris ber sajak ab-ab atau aa-aa. Dua baris pertama merupakan sampiran , yang umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris terakhir merupakan isi , yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Pantun Tiram

Mati luwak dang liyoh – in ku tanomi pari
Mati luwak dang jaoh – ku andan dibi pagi

Jumat adu liwat – sabtu makkung taliyu
sembahyang salah niat – mani ngingokkon niku

Jerambah ni way jambu – ampai ragu kapelok
Tiram ku jama niku – sang karung payah ngikok

Way kunjer tanno banjer – mak dacok mandi lagi
Rang laya mu bupiker – mak niku sapa lagi

Maramek di Kenali – Tayuhan batu brak
Maramek rasa mangi – mani niku mak ku liyak

Pantun Bughasan

kawai handak kancing pak – kawai halom kancing enom
sai handak nyak mak mirak – sai halom rang ku karom

Kipas mas kipas pulas – kipas bulung tembaku
Seratus lima belas – ancai sai sapi niku

Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja

Pantun Gurau

Way ranau genau-genau – mak dacok mandi lagi
api kemak ni layau – bebai tuha lebon sugi

Jak ipa niku kuya – jak pedom lungkop-lungkop
badan mak rasa buya – ngahayak kebayan sikop

Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja

Masjid Tanjung Jati – Karendo awan-awan
Hara senang ni hati – Udo ratong kabayan

Pantun Sarih

Kerikil batu kudo – ranglaya mit di banton
Ku kekai badan ku kudo – mari cawa ku temon

Busumpah di madinah – bu janji di Pusagi
Terai payan rawang rah – ku sansat ku layani

Pantun Penutup

Pelepai be’tek sapai – di hamara tambuleh
Kicek lalang taru pai – jemoh ti sambung muneh

Pantun Penutup

Pelepai be’tek sapai – di hamara tambuleh
Kicek lalang taru pai – jemoh ti sambung muneh

Novel Ayat-ayat Cinta

Diarsipkan di bawah: Pustaka — hipmala @ 4:50 am
Tags:

Novel Ayat-ayat Cinta

Klik Disini Untuk Download Novel ayat-ayat cinta

Mohon maaf downloadnya lama, karena Filenya PDF nya agak besar.


Birokrasi Menjadi Persemaian Korupsi

Diarsipkan di bawah: Birokrasi — hipmala @ 4:16 am
Tags:

Birokrasi Menjadi Persemaian Korupsi

BIROKRASI telah menjadi lahan persemaian subur bagi benih korupsi di Indonesia. Birokrasi yang semula berkultur melayani dengan tulus kini melayani dengan fulus. Itulah fakta yang terungkap dalam survei integritas sektor publik yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Survei dilakukan terhadap 65 unit layanan di 30 departemen/instansi tingkat pusat. Hasilnya cukup mengejutkan, yaitu nilai rata-rata skor integritas 5,33. Angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan skor integritas sektor publik di negara lain.

Hasil itu dikatakan mengejutkan karena ternyata pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih masih sebatas tekad. Belum menjadi sebuah gerakan. Buktinya, korupsi di birokrasi pemerintahan tetap subur meski sudah ada mekanisme pengawasan melekat.

Korupsi di birokrasi pemerintahan sudah berkembang biak menjangkiti segenap lapisan masyarakat. Dari hasil survei KPK itu ditemukan kenyataan bahwa (lagi…)

Blog pada WordPress.com.