Pesta demokrasi (PILKADA) Lampung beberapa bulan lagi, masing – masing calon gubernur sudah menentukan pasangannya. Sedikit kami menyampaikan aspirasi kepada Bapak calon Gubernur bahwa permasalahan di Lampung khususnya dan bangsa ini sangatlah kompleks dari Sosial, politik, keamanan, pendidikan, budaya, ekonomi, dsb. Semangat kebangsaan ini sudah rapuh, permasalahan yang terjadi hanya dipikirkan tidak untuk dilaksanakan, rakyat sudah jenuh menunggu sosok figure pemimpin yang amanah dan Semoga pilgub ini akan terpilih sosok yang benar – benar mau membela kepentingan masyarakat kecil. Meminjam istilah Ferderico Ruiz (lagi…)
Juli 9, 2008
Maret 5, 2008
Pemimpin yang paham Multikulturalisme Budaya
Oleh : Wahyu Hidayat
Aktivis HIPMALA Yogyakarta
Indonesia dari segi geografis terlihat luas sekali, seperti sepenggal lagu ” dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah indonesia”. dengan kondisi seperti itu wajar ketika disebut multikultur karena berbagai macam kultur, suku, bahasa, adat-istiadat yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lainnya.
Pilar-Pilar Kesuksesan Dalam Mengajar
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta
Bacalah dengan nama Tuhanmu,
Yang menciptakan manusia dari segumpal darah;
Bacalah dan Tuhanmulah yang paling mulia;
Yang mengajarkanmu dengan pena;
Yang mengajarkan manusia tentang apa yang tidak mereka ketahui.
( Surat Al-‘alaq – wahyu Tuhan yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW) (lagi…)
Adok Antara keluruhan dan Reformasi
Oleh : Novan Adi Putra Saliwa*
Mahasiswa Univesitas Islam Negeri Yogyakarta
Provinsi lampung merupakan salah satu buah dari kebudayaan yang ada di nusantara, yang kalau kita cermati tidak hanya memiliki hewan besar seperti gajah saja tetapi juga memiliki budaya luhur dan besar bagi masyarakatnya yang juga patut untuk kita hargai. (lagi…)
Maret 4, 2008
Poskolonialisme dan Agama*
Achmad Jaka Mirdinata
Mahasiswa Fakultas Hukum UGM, aktivis HMI Yogyakarta dan Hipmala Yogyakarta
Beberapa tahun terakhir ini, perbincangan mengenai istilah berawalan post (pasca), seperti postkolonialisme, postmodernisme, dan poststrukturalisme sering meramaikan jagat intelektual di Indonesia. Popularitas teori yang berawalan “pasca”, khususnya pascakolonial dan postmodernisme itu tidak dapat dipisahkan dari jasa Edward W. Said (alm.), intelektual Amerika kelahiran Palestina, melalui bukunya Orientalisme (1994).