Hipmala ku sayang….

Februari 27, 2008

Nasib Pelajar-Mahasiswa Lampung

Filed under: Opini — hipmala @ 3:00 am
Tags:

Oleh: Akhmad Syarief Kurniawan

Ketua Asrama Mahasiswa lampung

“Dimana bumi pijak disitulah langit dijunjung” itulah semboyan yang sering kita dengar dari orang tua dan guru kita dulu disekolah dan hingga hari ini terus teringat. Tata nilai yang layaknya terus kita pertahankan dimanapun kita berada. Diperantauaan atau kampung halaman yang jauh dari sanak famili, kerabat, teman. Tujuan merantau bermacam-macam ada yang bekerja, kepondok pesantren, magang, atau sekolah atau kuliah. Tujuan merantau yang terakhir ini sering disebut-sebut oleh masyarakat, Yogyakarta. Salah satu provinsi di pulau Jawa yang dikenal dengan miniaturnya Indonesia. Disebut miniaturnya Indonesia karena disanalah pertemuan emosional kolektif putera puteri Indonesia dari Sabang hingga Merauke diatas “Bhineka Tungga Ika” yang diwujudkan dengan niat menuntut ilmu diberbagai perguruan tinggi seperti : UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, ISI, UII, dan masih banyak lagi. Infomasi Perguruan Tinggi dari Dinas Pendidikan provinsi di D.I Yogyakarta tahun 2007 yang meliputi 1) Perguruan Tinggi Negeri 2) Perguruan Tinggi Kedinasan 3) Perguruan Tinggi Swasta berjumlah 140 perguruan tinggi (Sumber : Dinas Pendidikan DIY). Dan akhirnya tersematlah predikat kepada kota Yogya selain miniaturnya Indonesia juga dikenal sebagai kota pendidikan. Secara historis sebenarnya lebih dari itu, Yogya juga dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata. Saksi hidup yang hingga kini masih dilestarikan adalah adanya Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat.
Salah satu provinsi yang memberikan corak warna dikota pendidikan itu adalah putera puteri dari provinsi Lampung, yang tersebar diperbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, dan barangkali putera puteri para pembaca Lampung Post ada yang telah, sedang, bahkan akan selesai masa studinya di kota Yogyakarta. Dalam sebuah Seminar saya mendapatkan informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi DIY bahwa jumlah pelajar Mahasiswa provinsi Lampung yang menempuh studi di Yogya pada tahun 2005 berjumlah 5712. jumlah yang tidak sedikit bukan? Paling tidak ini adalah bukti kongkrit bahwa secara kuantitas putera puteri Lampung yang sedang menempuh studi di kota Yogya patut diperhitungkan.
Secara kultural, saya mengamati, disela-sela sibuk dengan aktifitasnya banyak para Mahasiswa Lampung yang saling berkunjung antara kos satu dengan yang lain, kontrakan satu dengan yang lain, ini ditandai dengan banyaknya plat BE diwilayah tertentu, seperti Jetis Cokrodiningratan, Karang Bendo, Bangirejo, Sapen, Karangmalang, Kasihan, dan lain-lain. Walaupun jauh dari perantauaan, selaku orang Lampung kami tetap menjaga melestarikan adat budaya Lampung. salah satu prinsip dasar etika sosial budaya tersebut adalah nengah nyappur (Aaibatin); nengah nyampogh yaitu suka bergaul (berinteraksi) secara baik, dengan siapapun orang yang baik-baik, tidak senang mengisolasi dari. Selaku pendatang, atau perantauan kami berusaha untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat sekitar, mengadakan interaksi, komunikasi sosial. Sehingga menepiskan pandangan bahwa masyarakat pendatang, perantau bersifat eksklusif.
Sebagai pengobat rasa rindu kami dengan para teman, saudara sesama dari Lampung berkumpullah dalam ruang silaturahmi yang bersifat kekeluargaan. Di Yogya terdapat Asrama Mahasiswa Lampung, disanalah kami menciptakan kreatifitas dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur adat kebudayaan Lampung. untuk mengikat tali silaturahmi, ikatan emosional dibentuklah wadah bernama Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung Yogyakarta (HIPMALA) yang hingga hari masih eksis. Langkah mengikat tali silaturahmi yang diambil ini adalah sebagai wujud tanggung jawab bersama bahwa walaupun kita jauh dari kampung halaman tetapi merasa kita hidup di tanah kelahiran. Bahkan saya merasakan “Lampungnya Lampung” adalah di Yogyakarta. Di Yogyakarta keinginan untuk saling menjalin tali silaturahmi persaudaraan sesama pelajar-mahasiswa dari Lampung umumnya sangat kental, hal ini terbukti dengan adanya komunitas para pelajar-mahasiswa provinsi Lampung dari masing-masing kabupaten, seperti ; Keluarga Pelajar Mahasiswa Bandar Lampung (GARIS ALAM), Keluarga Mahasiswa Pelajar Lampung Tengah (GASARLAT), Keluarga Mahasiswa Pelajar Kalianda Lampung Selatan (KMPK-LS), Keluarga Pelajar Mahasiswa Tanggamus (KEPEMATANG), Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lampung Timur (IKPM Lam-Tim), Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lampung Barat (IKPM Lam-Bar), Keluarga Besar Mahasiswa Pelajar Way Kanan (KBMP-WK), Himpunan Pelajar Mahasiswa Tulang Bawang Yogyakarta (HIPMATUBA_YO), Komunitas Pelajar Kota Metro (KOMPEL KOMET), dan Koordinatoriat Mahasiswa Lampung Utara (KOMPELAUT).
Benar, secara geografis jika di Lampung kami dipisahkan oleh berpuluh-puluh kilometer demi menjangkau jarak antara kabupaten satu dengan yang lain. Tapi apalah arti sebuah jarak, kami putera puteri Lampung yang berada di Yogya merasakan sebuah kedekatan emosional yang terikat dalam bingkai sakai sambayan (tolong menolong), perbedaan masyarakat adat Lampung antara Sai Batin dan Pepadun bagi kami bukanlah menjadi dinding pemisah, di Yogya kami merasakan senasib dan sepenanggungan, itulah prinsip dari para leluhur Lampung yang tetap kami pegang. Sebagai putera puteri Lampung, kami pergi merantau ke Yogya hendak menuntut ilmu dan pengalaman hanyalah sementara dan kelak akan kembali ke pangkuan bumi Lampung jua. Dan kita berharap,semoga kelak para putera puteri Lampung tidak sekedar study oriented an sich, tapi dapat menularkan tradisi kelimuan pada bidang masing-masing demi perkembangan dan kemajuan provinsi Lampung kelak, sungguh merupakan investasi sumber daya manusia yang luar biasa bukan?

6 Komentar »

  1. Salam persaudaraan bwt tmen2 di HIPMALA….
    Tetaplah menjalin silaturahmi dengan tmen2 pelajar & mahasiswa dari lampung yang ada di sana.

    Salam dari sahabat kalian Di Lampung!
    From : PMII Komisariat Brojonegoro Unila!

    Komentar oleh David — Maret 24, 2008 @ 4:01 am | Balas

  2. terima kasih atas kunjungannya dan masukannya…mari bersama menuju lampung yang bersahaja

    Komentar oleh hipmala — Maret 24, 2008 @ 5:49 am | Balas

  3. Salam untuk semua mahasiswa lampung yang ada di Jogja.

    Komentar oleh WID — Maret 26, 2008 @ 3:04 pm | Balas

  4. terima kasih atas kunjungannya bang…salam abang akan kami sampaikan…

    Komentar oleh hipmala — Maret 27, 2008 @ 8:07 am | Balas

  5. SALAM TIKHAM JAMA PUAKHI SAI DI JOGYA…..
    KANTU WAT WAKTU KHAM SAI LUANG, LAPAH KHAM BUPIKEKH BAGI DAERAH KHAM LAMPUNG

    SALAM KENAL MUNEH JAMA PUAKHI KHUSUSNI
    SAI ANJAK LAMPUNG SELATAN KALIANDA

    SLAM TIKHAM

    Komentar oleh HAMDAN — Januari 5, 2009 @ 7:11 am | Balas

  6. aku juga orang lampung yang tinggal di jogja,asrama lampung yang di kranggan itu bukan ya

    Komentar oleh bahar — Januari 6, 2009 @ 6:49 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: