Hipmala ku sayang….

Maret 5, 2008

Pilar-Pilar Kesuksesan Dalam Mengajar

Filed under: Opini — hipmala @ 3:08 am
Tags:
Wahyu Oleh: Wahyu Hidayat El-Lampungi

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta

Bacalah dengan nama Tuhanmu,
Yang menciptakan manusia dari segumpal darah;
Bacalah dan Tuhanmulah yang paling mulia;
Yang mengajarkanmu dengan pena;
Yang mengajarkan manusia tentang apa yang tidak mereka ketahui.
( Surat Al-‘alaq – wahyu Tuhan yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW)

Mencari ilmu atau menuntut ilmu telah diwajibkan oleh Islam kepada umatnya, dalam Hadist riwayat Bukhari-Muslim pun dijelaskan Menuntut ilmu itu Fardhu ( Wajib ) bagi Muslimin dan Muslimat. Menuntut ilmu merupakan fitrah manusia di dunia ini, dan sebaik-baik cara menuntut ilmu adalah dengan mengajar. Dengan mengajar, maka ilmu yang diperoleh menjadi lebih sempurna, karena ilmu yang dipelajarinya akan ditularkan kepada yang lainnya. Bagi seorang guru, mencapai kesuksesan tidaklah mudah, walaupun begitu diharamkan baginya untuk putus asa atau berkecil hati. Suatu pengajaran disebut sukses apabila bisa mencetak kader-kader yang akan menjadi generasi penerus, melanjutkan dakwah, pendidikan, dan mampu membangun daerah masing-masing.
Seorang tokoh Islam yang sudah tidak asing lagi, Imam Hasan al-Banna, memberikan beberapa catatan tentang pilar-pilar kesuksesan dalam mengajar. Di antaranya adalah:Pertama, kemauan yang kuat untuk menguasai materi yang akan diajarkan kepada para murid. Hal ini harus menjadi motivasi bagi para guru. Seorang guru harus mempunyai rasa berat bila meninggalkan kewajibannya untuk mengajar. Selain itu, dibutuhkan kemauan yang kuat bagi guru untuk mengajar muridnya dengan ikhlas dan menjaganya supaya tidak tergelincir dalam kesesatan. Kedua, keteladanan. Mau tidak mau seorang guru akan dilihat oleh muridnya dalam segala hal dan akan dijadikannya contoh. Karena itu, guru harus menjadi contoh yang baik; tidak hanya memberi contoh, tapi bisa menjadi contoh. Menjadi contoh itu lebih sulit daripada memberi contoh. Seharusnya seorang guru menjadi yang terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang diajarkannya. Guru harus bisa menjadi teladan dalam segi kejiwaan, pemikiran, kemasyarakatan, pengorbanan, dan dalam beramal bagi semua orang, terutama teladan bagi murid-muridnya.Ketiga, mempersiapkan rencana-rencana pengajaran. Persiapan sangat penting dalam menentukan kesuksesan suatu pekerjaan, terutama dalam mengajar. Guru harus betul-betul menguasai materi yang akan disampaikan dan mempersiapkan diri dalam segala aspek, terutama aspek psikologi, fisik, intelektual, maupun material. Imam Hasan al-Banna selalu menulis dan mempersiapkan catatan untuk suatu pertemuan yang akan berlangsung, hal itu dimaksudkan agar ia memiliki persiapan yang matang.Keempat, solidaritas personil. Solidaritas ini mengandung hubungan vertikal, yaitu hubungan yang kuat dan baik antara guru dengan murid, sehingga lebih mudah menyampaikan ilmu dan materi pelajaran. Selain itu juga mengandung hubungan horizontal, yaitu menjaga hubungan yang baik dan kuat antara sesama guru. Perlu dicermati bahwa bagi setiap personil guru harus mampu menjaga kesehatan hati masing-masing.Kelima, arahan dan kontrol. Hal ini sangat dibutuhkan bagi murid. Murid memerlukan arahan-arahan yang membimbing dan menyejukkan hati. Dengan arahan tersebut, mereka menjadi lebih paham dan mengerti tentang bagaimana harus mengamalkan ilmu yang mereka miliki. Sedangkan kontrol dari guru berperan penting dalam meluruskan murid dan menjaga mereka dari berbagai hal negatif yang tidak diinginkan. Keenam, metode pengajaran yang baik dan tepat. Keberhasilan mengajar sangat ditentukan oleh metode pengajaran yang baik dan tepat; ketepatan waktu, tema, dan cara penyampaian juga sangat diperlukan. Salah seorang sahabat Nabi, Rafi’ bin Muta’alli memaparkan pengalamannya bersama Nabi Saw, bahwa beliau mengajar di saat hati siap menerima ajarannya, yaitu setelah melaksanakan ibadah, juga disampaikan di tempat-tempat yang diberkahi seperti masjid atau majlis taklim. Beliau juga menggunakan personal approach selain group approach.Ketujuh, penyegaran aktivitas pengajaran. Penyegaran perlu dilakukan setelah lama melaksanakan aktivitas pengajaran untuk mengusir rasa jemu, penat, dan bosan. Banyak alternatif yang dapat dilaksanakan sebagai penyegaran, di antaranya perkemahan, darmawisata, atau olah raga bersama. Dalam melaksanakan itu semua, seorang guru harus memperhatikan berbagai problem yang dialami oleh murid agar kegiatan yang dirancang itu tepat sasaran. Hal ini dilakukan dalam rangka dinamisasi suasana pendidikan agar terhindar dari kejemuan yang mengakibatkan non aktifnya hati dan pikiran.Kedelapan, saling mendoakan. Kita hanyalah manusia yang lemah, segala yang kita lakukan adalah usaha, sedangkan hasilnya tetap di tangan Allah, Dia Maha Penyayang dan Maha Mengetahui. Seorang guru yang tidak pernah mendoakan muridnya adalah omong kosong akan kesuksesannya, mungkin ia pandai tapi ilmu tersebut tidak atau kurang bermanfaat.
Memang ketika pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sangatlah penting bagi kita untuk dapat memberikan kontribusi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Janganlah ketika kita sudah merasa mampu dan bisa lantas kita diam dan merasa bahwa diri kita adalah yang terbaik. Pekerjaan mendidik adalah tugas mulia di sisi Alah dan manusia, karena hanya ilmulah yang kekal di dunia dan akhirat, dan ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah. Marilah kita berikrar bahwa kita semua adalah guru, mengapa tidak?
Wallahu A’lam

Daftar Pustaka:
-Azra, Azyumardi.1999.Pendidikan Islam Tradisi dan Moderinisasi Menuju Milenia Baru.Jakarta.Logos Wacana Ilmu.
-Dari Berbagai Sumber

1 Komentar »

  1. adakalanya manusia takut untuk menjadi guru, takut jika nantinya apa yang ia ajarkan tidak bisa ia pertanggungjawabkan, seorang guru yang baik akan memulai sesuatu dari dirinya dan dari dalam hatinya sendiri,ibda’ binafsika, kaburomaktan indalloh antaqulu mala taf’alun.

    Komentar oleh saliwa becakap — Juni 30, 2008 @ 7:23 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: