Hipmala ku sayang….

Maret 14, 2008

Visi Misi Empat Calon Gubernur Lampung

Filed under: Tak Berkategori — hipmala @ 2:28 am
Tags:

Menawarkan Kesejahteraan Rakyat

Empat kandidat menawarkan program peningkatan kesejahteraan rakyat seandainya terpilih sebagai gubernur Lampung periode 2009-2014.

Hal itu disampaikan keempat kandidat dalam pemaparan visi dan misi yang digelar Tim Pilkada Partai Amanat Nasional Lampung di Hotel Nusantara, Bandar Lampung, Selasa (11-3). Empat kandidat tersebut meliputi Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar, mantan Wali Kota Bandar Lampung Suharto, Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya, dan Ketua DPD Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie. Sementara itu, Sjachroedin Z.P. batal hadir.

Pemaparan visi dan misi cagub urutan pertama disampaikan Zulkifli Anwar pukul 09.45. Dalam visinya, Zulkifli menyampaian tujuh program, di antaranya untuk mencapai kesejahteraan perlu meningkatkan investasi, pariwisata, serta menegakkan supremasi hukum.

Dalam kata akhirnya, Zulkifli Anwar yang datang bersama staf dan ajudan mengatakan visi dan misi yang ia sampaikan bukan untuk menilai atau mengoreksi program-program pembangunan yang telah dilakukan kepala-kepala daerah sebelumnya. “Ini hati nurani. Saya tidak mau menilai yang lain. Mereka (kepala daerah, red) sudah bekerja. Bupati dan wali kota itu dalam kehidupan yang tidak senang. Tetapi, banyak yang mau jadi gubernur. Saya tidak mau jadi gubernur, tetapi masuk neraka. Saya mau jadi gubernur supaya masuk surga, bukan masuk neraka. Saya berdoa semoga PAN terbuka kepada saya,” kata Zulkifli Anwar.

Setelah itu pukul 11.00, giliran visi dan misi disampaikan Suharto. Berbeda dengan Zulkifli, Suharto datang bersama dengan pasangannya cawagub yang juga Bupati Lampung Utara Hairi Fasyah. Dalam visi-misinya, Suharto menyampaikan program memajukan pertanian dengan meningkatkan sumber daya petani. Peningkatan SDM petani itu akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan riil dan daya beli masyarakat petani yang merupakan usaha sebagian besar masyarakat Lampung.

“Dengan latar belakang tersebut, visi kami untuk lima tahun ke depan adalah terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan bertakwa. Kerja sama pemerintah dan sektor swasta, kerja sama legislatif dan eksekutif untuk membangun Lampung,” kata Suharto. Usai menjelasakan, Suharto memberi kesempatan kepada Hairi Fasyah untuk menjelaskan sebagian visi dan misi.

Pukul 13.00, Andy Achmad menyampaikan visi dan misi. Secara singkat, Andy Achmad mengatakan pemimpin itu harus punya tiga kriteria, yaitu memiliki wawasan luas, berpendidikan, serta mengenal dan dikenal masyarakat. Kriteria kedua, yaitu kedudukan bukan tujuan, melainkan amanah. Ketiga, pemimpin harus punya track record (rekam jejak) yang baik. Sementara itu, dalam visinya, Andy Achmad menyampaikan tiga hal, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kualitas pembangunan, serta meningkatan kesejahteraan.

Giliran keempat adalah M. Alzier Dianis Thabranie yang menyampaikan visi dan misi pukul 14.35. Dalam visinya, Alzier terus mendorong terwujudnya masyarakat Lampung yang sejahtera melalui lima misi. Pertama, revitalisasi sistem pertanian secara proporsional berbasis kemasyarakatan dan lingkungan guna menggerakkan perekonomian rakyat. Kedua, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketiga, mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan menerapkan kaidah-kaidah pemerintahan yang baik secara konsisten.

Keempat, memperkuat kelembagaan koperasi, UMKM, dan profesional BUMD. Kelima, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. “Jadi gubernur itu harus banyak teknik. Akalnya harus banyak. Jadi, gubernur itu harus bisa nyulap. Yang nggak ada jadi ada. Kalau mau tanya sumber dananya, yang penting duitnya laku,” kata Alzier yang menjawab pertanyaan panelis.

Usai visi dan misi dibacakan setiap cagub, moderator dari Lampung Post Heri Wardoyo memberi kesempatan kepada panelis untuk membedah visi dan misi Zulkifli Anwar. Para panelis terdiri dari Azwir (DPRD Lampung), Asrian Hendicaya (ekonom dari Unila), Syarief Makhya (pengamat politik dari Unila), Hardi Hamzah (budayawan dan sosialis), serta Edison (DPW PAN Lampung). Setiap panelis menanyakan sesuai dengan kapasitas masing-masing. n KIS/U-2 Source : Lampung Post

8 Komentar »

  1. Para calon gubernur ko’ ga ada yang puny visi misi untuk meningkatkan pendidikan untuk rakyat…. kawan2 Pelajar dan Mahasiswa hati2 dalam memilih gubernur, jangan-jangan pendidikan dilampung akan dikomersilkan? bagaimana keluarga dan saudara-saudara kita yang ingin melajutkan sekolah yang lebih tinggi jika pendidikan mahal, kita jangan sampai mau di bodohi…mari tuntut pendidikan murah dilampung…..kan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, masa ga bisa? coba tanya kenapa….?

    Komentar oleh wahyu Hidayat — Maret 14, 2008 @ 2:49 am | Balas

  2. meningkatkan kesejahteraan salah satunya ya jelas dengan pendidikan dong🙂 tidak akan sejahtera masyarakat yang bodoh..

    salam dari Lampung.

    Komentar oleh Andy Achmad Sampurna Jaya — Maret 15, 2008 @ 2:39 am | Balas

  3. Jabatan bukan Aji Mumpung, apalagi pakai paradigma oportunis. Bekerja dahulu untuk amanat yang ada. Bagaimana mau konsentrasi menyejahterakan rakyat, kalau agenda kerja disibukkan dengan mengejar kekuasaan. Bohong kalo amanat namanya, lah yang membodohi rakyat kan penguasa itu juga…
    Kerjakan dulu yang satu,kalau selesai baru bersiap-siap mengerjakan yang lain. Faidza faroghtafanshob…Wailaa robbikafaghrob…

    Komentar oleh Doddie Irawan — April 12, 2008 @ 8:43 am | Balas

  4. bukan hanya pendidikan murah, tapi pendidikan berkualitas, pilih gubernur yang punya bawahan-bawahan yang care terhadap pendidikan.. karena bawahan-bawahan yang bertipe care terhadap pendidikanlah yg akan sangat berperan terhadap kualitas pendidikan di lampung.
    misalnya saja gubernur koar koar akan peduli terhadap pendidikan di lampung, tapi kalau ga punya bawahan yg perduli terhadap pendidikan di lampung ya sama aja bohong. akan kembali kepada pendidikan komersil, karena yg dikejar adalah duit bukan kualitas.

    Komentar oleh lucky — April 15, 2008 @ 3:16 pm | Balas

  5. @ wahyu : di level out of the box, mungkin gampang bilang “koq ga ada yg punya visi meningkatkan kualitas pendidikan?”, tapi di level in box, semua itu selalu dipersiapkan, tidak bisa grusa grusu karena kita juga pasti tahu banyak aparat bajingan yg masih punya mental orde baru, membangun lampung dengan pendidikan butuh waktu, infrastruktur, dan orang orang berdedikasi, tidak bisa instant. dianalogikan ketika ingin menggosok sebuah batu permata mentah menjadi sebuah berlian yang bernilai tinggi, dibutuhkan seseorang pekerja yang berdedikasi, dan didukung peralatan yg memadai..

    @andy, setuju🙂 tapi kebanyakan orang yg punya kesejahteraan baik adalah orang yg berusaha keras dan punya peluang. banyak orang2 dengan pendidikan tinggi justru usahanya kurang keras dan banyak ragu2 untuk mengambil peluang. disini yg lebih dibutuhkan adalah mental mau berusaha, dan tidak menyerah. tugas pemimpin lampung selanjutnya adalah membuka peluang peluang tersebut.

    Komentar oleh lucky — April 15, 2008 @ 3:25 pm | Balas

  6. “Saya Mau Jadi Gubernur Supaya masuk surga” !
    ungkap Bang Zul, kalau mau masuk surga gak harus jadi gubernur dulu, selesaikan jabatan bupati yang menjadi amanah sekarang, sejahterakan rakyat Lampung Selatan itu sudah lebih konkrit, daripada keluarkan tenaga, uang dan pikiran untuk berebut jadi gubernur (supaya masuk surga ?)!!!
    hati-hati Orang banyak menjual kata-kata yang memukau yang menunjukkan dia baik,alim, peduli- padahal itu semua adalah urusannya dgn TUHAN ( ikhlas beribadah)
    Bravo PKS & PAN !!!selayaknya selektf cari calon bukan atas dasar yang punya uang dan bakal menang, tapi yang lebih layak secara profesional dan integritas moral-
    Kami mendukung pengusutan atas laporan masyarakat mengenai ksus Bupati Lampung Selatan sampai tuntas dan siapapun di Propinsi lampung yang terkait kasus korupsi dan penyalahan gunaan wewenang- dan sekaligus membuktikan bukan sekadar Black Campign
    Terimakasih

    Komentar oleh Apri Yunada — Mei 22, 2008 @ 5:43 am | Balas

  7. segala sesuatu memang bermula dari niat…
    yang jadi masalah sekarang,,,apa bener niat itu tulus dari hati nurani bapak2 sekalian??
    yakin bisa mempertanggung jawabkannya kelak??
    apa jaminan yang bisa kami pegang untuk semua janji2 manis itu?????
    satuhal…pemimpin yang baik adalah pemimpin yang kreatif,bersahaja,dan punya integritas yang nyata,,bukan cuma omdo (omong doang)

    Komentar oleh diana — Juni 4, 2008 @ 7:36 pm | Balas

  8. Malapetaka besar, ketika rakyat yang sedang bingung di persimpangan jalan karena terus menerus di ilusi kesadarannya oleh propaganda media borjuis. malah ditinggal pergi untuk bersenggama dengan elit borjuis setengah feodal ( primordial ). Tentukan sikap sekarang jug : jadi prajurit bagi rakyat terindas atau terus melakukan dosa politik demi pembangunan relasi pasca kuliah !

    Komentar oleh Leninist — Juni 6, 2008 @ 2:48 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: