Hipmala ku sayang….

Maret 16, 2008

Pilkada Langsung Untungkan Calon Berduit

Filed under: Tak Berkategori — hipmala @ 3:07 am
Tags:

Sistem pemilihan langsung lebih menguntungkan kandidat yang memiliki dana besar dan diusung partai papan atas. Sistem itu juga menyebabkan money politics kerap terjadi. Di sisi lain, pemilihan langsung menyebabkan lemahnya lembaga perwakilan seiring hilangnya wewenang meminta pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepemimpinan. Selain itu, konflik dan kekerasan mencuat akibat kekecewaan terhadap hasil pemilihan.

Kesimpulan itu mengemuka dalam Seminar Nasional (Semnas) bertajuk Dampak pemilihan langsung terhadap aspek sospol dan hankam yang digelar Universitas Megow Pak Tulangbawang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemkab Tulangbawang, Sabtu (15-3), di Hotel Sahid Bandar Lampung. Seminar itu diadakan menyambut HUT ke-11 Kabupaten Tulangbawang yang jatuh pada 20 Maret 2008.

Menurut Sunyoto Usman, sosiolog dari UGM, demokrasi mengandung tiga prinsip penting, yaitu partisipasi, kompetisi, dan akuntabilitas. Namun, realitasnya tidak mudah melaksanakan ketiga prinsip itu. Sunyoto mencontohkan konflik sosial yang merupakan dampak dari pilkada langsung di berbagai daerah. “Para pendukung dan elite-elite politik kandidat yang kalah kadang sulit menerima kekalahan. Mereka kecewa karena telah mengeluarkan banyak uang untuk mendukung kandidat. Akhirnya, timbul konflik dan kekerasan,” jelasnya.

Senada dengan Sunyoto, Dirjen Pemerintahan Umum (Dirjen PUM) Kausar Ali mengatakan kekecewaan pendukung dan elite politik disebabkan tiga prinsip tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Banyak pemilih yang tidak terdaftar sehingga menimbulkan protes. Berarti prinsip partisipasi tidak berjalan,” ujar Kausar Ali.

Masa tenang juga sering dimanfaatkan kandidat berkampanye terselubung. Ada yang curi start dengan berpolitik uang dan ada yang menjatuhkan citra. “Di sini, prinsip kompetisi yang sehat diabaikan,” kata dia.

Di lain sisi, lanjut Dirjen PUM, akuntabilitas juga tidak terpenuhi. KPUD, misalnya, tidak transparan dalam seleksi dan verifikasi calon. Termasuk tidak transparan dalam hal-hal teknis, seperti jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan jumlah surat suara.

Pendidikan Politik

Sementara itu, guru besar Fakultas Hukum UGM Sudjito menyoroti lemahnya fungsi lembaga perwakilan. “Dengan pemilihan langsung, pertanggungjawaban kepala daerah tidak lagi pada lembaga perwakilan, tetapi masyarakat. Proses evaluasi seperti ini sampai sekarang belum maksimal berjalan,” kata Sudjito.

Untuk mengatasi berbagai dampak pemilihan langsung itu, Sunyoto Usman menilai perlu dilakukan pendidikan politik. “Pilkada langsung hanya instrumen dalam proses demokratisasi. Implikasinya, ada pihak yang kalah dan menang. Pihak yang kalah harus lapang dada.”

Selain itu, menurut Sudjito, perlu dikembangkan kegiatan sosial-budaya untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap masalah politik. “Ini memungkinkan kekuatan-kekuatan politik yang berkompetisi dalam pemilihan melakukan afiliasi silang, sehingga kompetisi tidak selalu bernuansa kepentingan sesaat dan pragmatis,” kata Sudjito.

Sementara, Dirjen PUM Kausar Ali mengusulkan adanya ruang partisipasi bagi calon independen. “Ini menjadi alternatif pilihan masyarakat, di tengah kekecewaan terhadap perilaku pragmatis elite-elite parpol,” kata Kausar.

Di pihak lain, parpol juga harus menyeleksi ketat kandidat yang bakal diusung. “Bukan hanya berdasarkan kemampuan finansial calon,” ujarnya.

Bupati Tulangbawang Abdurrahman Sarbini berpendapat berbagai pemikiran yang muncul pada seminar itu menjadi masukan bagi pemerintah pusat. “Hasil seminar ini akan kita sampaikan kepada Presiden. Meski belum tentu dilaksanakan, minimal kita turut menyumbangkan ide,” ujarnya. Source : Lampung Post

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: