Hipmala ku sayang….

Maret 19, 2008

HUT Ke-44 Lampung:Budaya Lampung Harus Dapat Perhatian Serius

Filed under: Tak Berkategori — hipmala @ 4:55 am
Tags:

GubernurBANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemerintah daerah harus lebih serius memperhatikan seni budaya Lampung. Jika diperlukan, pemda membuat peraturan daerah (perda) untuk menguatkan keberadaan budaya lokal.

Pemerhati seni budaya Lampung yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat, Irfan Anshori, kemarin (18-3), menyatakan pelestarian budaya lokal bisa dilakukan dengan pendekatan legal. “Misalnya dengan membuat Perda Bahasa Lampung dan surat keputusan tentang kewajiban penggunaan bahasa ibu di lingkungan kantor pemerintah,” ujarnya saat diminta pendapat dalam rangka HUT ke-44 Lampung.

Dari segi bahasa, Irfan menyatakan aneka dialek jangan dijadikan alasan menolak gagasan pelestarian. “Yang penting berbahasa Lampung dapat dibiasakan agar tidak hilang. Perbedaan kosakata Peminggir, Pubian, Abung, Menggala, dan Sungkai mestinya dianggap sinonim yang memperkaya bahasa Lampung yang satu,” kata pengurus Yayasan Sastra Rancage ini.

Dalam pandangan pengurus harian Dewan Kesenian Lampung (DKL) Lampung Syaiful Irba Tanpaka, masyarakat harus membangun kesadaran diri sebagai orang Lampung. Pemerintah yang mengayomi. Budaya Lampung yang selama ini termarginalkan memerlukan campur tangan pemerintah dan swasta,” kata dia.

Menurut Syaiful, perkembangan budaya tidak lepas dari peran empat faktor, yakni pemerintah, swasta, masyarakat, dan pelaku budaya. “Keempatnya bagai kaki meja yang harus berdiri seimbang untuk menopang apa pun yang ada di atas meja,” kata penyair Lampung ini.

Dalam rangkaian HUT Lampung, Gubernur Sjachroedin Z.P. kemarin memberi penghargaan pada 1.290 orang. Piagam dan cendera mata itu diberikan sesuai dengan SK Gubernur No. G/100/B.VII/HK/2008 yang dikeluarkan 12 Maret 2008.

Penghargaan diberikan kepada masyarakat yang berjasa, berprestasi, dan mengabdi untuk membangun Lampung. Penerima penghargaan, antara lain berasal dari berbagai bidang di antaranya mantan anggota Dewan, mantan kepala desa, tokoh agama, akademisi, janda perintis kemerdekaan, pengusaha, guru, paramedis, budayawan, dan jurnalis.

Dari kalangan jurnalis, wartawan Lampung Post Hesma Eryani, Gustina Asmara (Radar Lampung), dan koresponden Metro TV Fadilasari menerima penghargaan Gubernur. n AAN/KIS/U-1 Source : Lampung Post

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: