Hipmala ku sayang….

Maret 28, 2008

Memelihara Belenggu BLBI

Filed under: Tak Berkategori — hipmala @ 9:35 am
Tags:

BLBI

Kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia tetap saja dipakai sebagai sandera, terutama oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Padahal, sejak Presiden Habibie, telah ada keputusan pemerintah tentang itu. Namun, setiap kali rezim berganti, DPR selalu saja mempersoalkan kembali, seakan-akan semua keputusan pemerintah sebelumnya tidak ada.

Partai-partai yang sekarang mempersoalkan kembali BLBI adalah partai-partai yang menjadi motor penyelesaian di masa lalu. Ketika Habibie mengambil keputusan, Golkar menjadi tiangnya. Di masa Gus Dur, PKB di belakangnya. Pada era Mega, PDIP penopangnya. Tetapi sekarang, partai-partai itu berteriak lantang seolah-olah mereka tidak mengerti dan mengetahui kebijakan di masa lalu.

Dan, DPR sekarang tidak memiliki kemauan untuk mengoreksi disiplin berpikir yang keliru itu. Bahwa sebuah pemerintahan atau negara memiliki kewibawaan dan kepastian kalau kebijakan pemerintahan yang lalu dihargai dan diakui pemerintahan berikutnya. Kebijakan pemerintah di masa lalu harus ada yang final dan mengikat.

Adalah destruksi konyol bila setiap pemerintahan yang baru mencaci pemerintahan sebelumnya. Dan bersamaan dengan itu menganulir seluruh kebijakan di masa lalu. Sikap dan pola pikir seperti itulah yang menyebabkan Indonesia berjalan di tempat dalam perlombaan mengejar kemajuan. Karena tidak ada masalah yang selesai.

Interpelasi terhadap BLBI oleh DPR sekarang adalah contoh terbaru yang memperlihatkan DPR sekarang pun belum melepaskan diri dari nafsu berpikir lama. Mereka ngotot memaksakan interpelasi. Dalam prosesnya, DPR lebih mementingkan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di DPR untuk menjawab sendiri interpelasi daripada membaca, mendengar, dan memahami jawaban.

Setelah dijawab, oleh DPR dinyatakan tidak memuaskan dan oleh karena itu akan meminta penjelasan lagi. Malah, beberapa anggota dewan berupaya meningkatkan interpelasi BLBI menjadi angket BLBI.

Padahal, bila disimak, jawaban pemerintah terhadap interpelasi sangat jelas. Bahwa pemerintah menghargai keputusan pemerintah yang lalu. Bahwa ada obligor yang telah melunasi kewajibannya. Dan, ada juga obligor yang tidak kooperatif. Tetapi oleh DPR kasus BLBI ini ingin dimentahkan kembali agar dimulai semuanya dari awal.

Jadi, dalam kasus BLBI, terlihat bahwa DPR-lah yang tetap mempertahankan kasus itu agar selalu menjadi masalah. Yang menjadi pertanyaan, sampai kapan dan ada apa?

Terhadap BLBI, suka tidak suka, harus diterima kebijakan yang telah diambil pemerintahan sebelumnya. Karena kebijakan itu diputuskan bersama dengan DPR pada masa itu. Dan, harus juga diterima kebijakan yang diambil pemerintahan sekarang. Dengan demikian, negara ini dalam perjalanannya menyelesaikan masalah besar satu demi satu. Alangkah lucu bila DPR justru berkepentingan untuk tidak menyelesaikan masalah-masalah krusial.

Sikap dewan seperti itulah yang kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa kasus BLBI memang sengaja dipiara terus-menerus karena dari sana partai-partai memperoleh ‘sumber air’ yang tidak pernah kering. Beberapa pengamat menyindir bahwa DPR menjadikan BLBI sebagai ATM.

Karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak boleh tunduk pada akal-akalan DPR soal BLBI ini. Masalah BLBI yang tersisa adalah yang menyangkut obligor tidak kooperatif. Yang kooperatif harus dihargai kebijakan yang telah diterima. Pemerintah harus berani menganut politik melupakan masa lalu dan memulai masa depan dari sekarang. Kalau terus menyandera masa lalu, kapan bangsa ini mengurus masa depan?

Source: Editorial Media Indonesia

1 Komentar »

  1. selamat siang . q kira kegiatan2 yang ada di HIPMALA sangat baik dan di kembangkan so kasih kabar ya kalau ada pengumuman.teguh lampung timur

    Komentar oleh TEGUH FIP UNY — April 24, 2008 @ 4:24 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: