Hipmala ku sayang….

Maret 29, 2008

Kemesraan Presiden dan Wakil Presiden

Filed under: Tak Berkategori — hipmala @ 4:53 am
Tags:

SBY JK

HUBUNGAN presiden dan wakil presiden di negeri ini memiliki berbagai macam nuansa dan substansi. Sebagian bergantung kepada riwayat mereka naik ke takhta kekuasaan, sebagian lagi bergantung kepada personalitas sang presiden.

Ada hubungan yang merupakan anteseden sejarah. Inilah pasangan yang sangat idealistis di mata rakyat. Bahkan, perpecahan kedua pemimpin negara itu dikhawatirkan menghancurkan bangsa.

Demikian romantis dan idealistis persepsi hubungan presiden dan wakil presiden itu sampai diberi predikat dwitunggal. Itulah yang terjadi dengan Soekarno-Hatta.

Namun, kemesraan itu tidak berlangsung lama. Hubungan itu retak, pecah, berantakan. Keduanya berpisah. Bung Karno kemudian membiarkan dirinya sendirian berkuasa tanpa wakil presiden sampai kekuasaannya ditumbangkan Angkatan 66.

Di zaman Presiden Soeharto ada dua macam jenis hubungan presiden dan wakilnya. Jenis yang pertama adalah hubungan yang masih mengandung hormat dan keseganan terhadap wakil presiden. Itu terjadi dengan Wakil Presiden Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Adam Malik, dua tokoh yang memang memiliki peranan sejarah dalam menegakkan Republik.

Namun, wakil presiden berikutnya lebih merupakan kepantasan konstitusional. Hanya sebagai ban serep. Semuanya adalah anak buah Pak Harto yang naik takhta menjadi wakil presiden. Mereka adalah Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, Try Sutrisno, dan BJ Habibie.

Reformasi datang. Gus Dur menjadi presiden dan Megawati Soekarnoputri wakil presiden. Dalam banyak hal, Gus Dur jalan sendirian, sesukanya, tidak melibatkan Megawati.

Hubungan sangat ditentukan personalitas sang presiden yang memang unik dan nyeleneh. Presiden yang berani kontroversial, melawan arus, termasuk mengabaikan wakil presiden.

Gus Dur kemudian digulingkan MPR. Megawati naik menjadi presiden dengan wakil presiden Hamzah Haz. Pasangan itu sepenuhnya hasil dagang sapi di MPR. Hubungan presiden dan wakil presiden tidak mesra, tetapi juga tidak renggang.

Satu-satunya pasangan presiden dan wakil presiden yang dibentuk sebagai hasil kesadaran sendiri adalah pasangan SBY-JK. Ini bukan perkawinan ala Siti Nurbaya yang dijodohkan MPR. Juga bukan pasangan atas kehendak sejarah seperti Soekarno-Hatta. Juga bukan yang satu adalah atasan yang mempromosikan anak buahnya seperti Pak Harto dengan banyak wakilnya. SBY-JK setara, maju ke gelanggang pemilu untuk dipilih langsung oleh rakyat.

Karena pasangan itu dibentuk atas kesadaran sendiri, sebagai sebuah paket, mestinya pasangan SBY-JK layak diharapkan merupakan pasangan presiden dan wakil presiden yang paling mesra dan paling solid jika dibandingkan dengan pasangan presiden-wakil presiden sebelumnya.

Kemesraan dan soliditas itu mestinya juga dipertaruhkan di atas legitimasi hasil pilihan rakyat. Oleh karena itu, inilah juga mestinya pasangan presiden dan wakil presiden yang paling malu jika sampai retak dan pecah.

Tak mudah merawat duet selevel presiden dan wakil presiden sekalipun. Salah satu syarat penting bagi langgengnya kemesraan ialah jangan ada dusta di antara kita. Bila hal itu terjadi, kemesraan akan segera berlalu. Dan itu contoh yang tidak baik.

Source: Media Indonesia

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: