Hipmala ku sayang….

April 2, 2008

Birokrasi Menjadi Persemaian Korupsi

Filed under: Birokrasi — hipmala @ 4:16 am
Tags:

Birokrasi Menjadi Persemaian Korupsi

BIROKRASI telah menjadi lahan persemaian subur bagi benih korupsi di Indonesia. Birokrasi yang semula berkultur melayani dengan tulus kini melayani dengan fulus. Itulah fakta yang terungkap dalam survei integritas sektor publik yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Survei dilakukan terhadap 65 unit layanan di 30 departemen/instansi tingkat pusat. Hasilnya cukup mengejutkan, yaitu nilai rata-rata skor integritas 5,33. Angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan skor integritas sektor publik di negara lain.

Hasil itu dikatakan mengejutkan karena ternyata pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih masih sebatas tekad. Belum menjadi sebuah gerakan. Buktinya, korupsi di birokrasi pemerintahan tetap subur meski sudah ada mekanisme pengawasan melekat.

Korupsi di birokrasi pemerintahan sudah berkembang biak menjangkiti segenap lapisan masyarakat. Dari hasil survei KPK itu ditemukan kenyataan bahwa petugas di unit layanan sudah terbiasa menerima tips, hadiah, atau imbalan lainnya sebagai bagian dari pengurusan layanan. Tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap pemberian imbalan itu merupakan hal yang wajar.

Kinerja birokrasi yang buruk bukan cuma menggerogoti uang negara.

Birokrasi yang korup itu berakibat ekonomi biaya tinggi yang pada akhirnya menurunkan minat investor menanam modal. Padahal, investasi sangat dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional dan membuka lapangan pekerjaan baru. Investor tidak mau berhubungan dengan birokrasi yang berbelit-belit.

Sistem penggajian selalu dijadikan kambing hitam korupsi di lingkungan birokrasi. Padahal, kalau mau jujur, korupsi lebih besar dan intens dilakukan pejabat tinggi yang notabene menerima gaji dan penghasilan lebih tinggi. Artinya, gaji bukan faktor dominan memicu korupsi.

Ideologi juga turut disalahkan. Birokrat mengalami disorientasi nilai dalam masyarakat yang menjunjung tinggi materialisme, uang menjadi panglima. Maka segala cara dihalalkan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, termasuk mengomersialkan pelayanan publik.

Kesalahan juga dilimpahkan kepada sistem hukum yang berlaku. Sistem hukum negara ini belum mampu mencegah terjadinya korupsi, kolusi, nepotisme, dan penyalahgunaan jabatan lainnya. Juga tidak mampu membuat jera bagi penjahat berdasi yang dihukuminya. Karena itu, ditawarkan sistem hukum pembuktian terbalik. Setiap orang harus bisa menjelaskan asal-muasal kekayaannya. Laporan harta kekayaan pejabat ke KPK toh tidak efektif mencegah korupsi. Pejabat selalu berlindung di balik dalih mendapatkan hibah atas penambahan kekayaannya.

Sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari alasan pembenaran. Adalah fakta sangat telanjang bahwa birokrasi koruptif. Tiba saatnya untuk melakukan reformasi total birokrasi. Reformasi itu dimulai dengan melakukan langkah terobosan mengaudit birokrasi secara menyeluruh.

Birokrasi negeri ini terlalu gemuk sehingga bergerak sangat lamban.

Struktur organisasi yang gemuk itu memperlambat daya tanggap dan memperbesar biaya-biaya negosiasi. Hanya dengan pemanfaatan teknologi bisa mempercepat proses pelayanan dan mengurangi ruang tawar-menawar antarindividu.

Persaingan antarnegara di era global ini sesungguhnya adalah persaingan sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Salah satu barometernya adalah kualitas pelayanan birokrasi di sektor publik. Hanya negara yang memenangi persaingan itulah yang akan dibanjiri investor. Negara yang dijauhi investor akan bangkrut dengan sendirinya. Karena itu, birokrasi jangan lagi menjadi persemaian korupsi.

Source: Media Indonesia

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: