Hipmala ku sayang….

April 4, 2008

Incumbent dan Calon Independen

Filed under: Politik — hipmala @ 4:01 am
Tags:

PERTARUNGAN untuk menjadi kepala daerah akan semakin seru dan menarik. Penyebabnya ada dua. Pertama, pencalonan kepala daerah tidak lagi dimonopoli partai politik. Kedua, incumbent harus mengundurkan diri dari jabatannya saat pendaftaran calon.

Itulah dua substansi penting yang masuk perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang telah disetujui DPR dan pemerintah. Perubahan itu tinggal menunggu ditandatangani presiden.

Akan tetapi, pengesahan presiden bukan lagi perkara mutlak. Sebab konstitusi hasil amendemen mengatakan sekalipun rancangan undang-undang yang telah disetujui itu tidak disahkan presiden, dalam 30 hari semenjak RUU itu disetujui, RUU itu sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.

Karena itu, adalah sebuah kepastian hukum adanya calon independen dalam pemilu kepala daerah. Syaratnya ialah sang calon mampu mengumpulkan dukungan minimal 3%-6,5% dari jumlah penduduk.

Sebuah syarat yang mengandung modal sosial yang tidak otomatis dimiliki calon yang diusung partai. Untuk mendapatkan jumlah dukungan itu jelas diperlukan jaringan, kerja keras, dan kemampuan membujuk rakyat. Bukan urusan gampang, tetapi sekali diperoleh dukungan itu, sedikit atau banyak, di sana ada segenggam kepercayaan.

Sebaliknya, calon kepala daerah yang diajukan partai jelas merupakan hasil pilihan elite partai. Bahkan, tidak jarang hasil pilihan dewan pimpinan pusat (DPP) partai yang berdomisili di Jakarta, yang jauh dari daerah pilkada.

Dari sudut pandang itu, calon perseorangan atau calon independen kiranya lebih dekat dengan rakyat yang memiliki hak pilih.

Pelajaran lain yang dapat dipetik dari pemilihan presiden ialah sejauh ini tidak ada korelasi antara memilih partai untuk kursi DPR dan memilih orang (yakni presiden) yang diusung partai. Suara yang diperoleh Partai Demokrat jauh kalah jika dibandingkan dengan PDIP, tetapi Susilo Bambang Yudhoyono yang menang menjadi presiden mengalahkan Megawati Soekarnoputri.

Singkatnya, terbuka harapan calon perseorangan atau calon independen lebih dipilih daripada calon yang dielus partai.

Makna lain yang penting dengan perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 itu menyangkut incumbent. Kepala daerah yang sedang menjabat harus mengundurkan diri dari jabatannya saat pendaftaran calon. Aturan itu membuat yang sedang berkuasa tidak bisa menggunakan pengaruh dan kewenangannya dalam pilkada. Ia tentu bisa mencuri start dengan berbagai modus ketika sedang berkuasa, tetapi ketika ia mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah, semua modus pencurian itu pun berakhir. Berakhir karena ia sudah lengser dari jabatannya.

Masih ada faktor lain yang membuat pertarungan menjadi kepala daerah semakin seru dan menarik. Yaitu jumlah suara sah yang harus diperoleh untuk menjadi kepala daerah terpilih dinaikkan dari 25% menjadi minimal 30% dari suara sah.

Mencari tambahan 5% dari suara sah jelas bukan perkara gampang. Hal itu menyebabkan sangat mungkin tidak ada yang terpilih menjadi kepala daerah hanya dalam satu putaran pilkada. Namun, mereka harus bersaing sengit hingga putaran kedua.

Semua itu adalah aturan permainan yang cantik. Cantik, sangat cantik untuk mendapatkan anak bangsa yang terbaik menjadi kepala daerah.

Source: Media Indonesia

1 Komentar »

  1. Tapi takutnya, kalau menang dan tanpa dukungan Partai akan banyak menemui kesulitan dari DPR/DPRD setempat dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Daerah. Ingat, DPR/DPRD itu sangat “kuat” dan kadang2 “seenaknya” sendiri.

    Komentar oleh leklekku — April 27, 2008 @ 6:14 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: