Hipmala ku sayang….

April 10, 2008

Tunjangan Khusus Hakim

Filed under: Hukum — hipmala @ 7:38 am
Tags:

MAHKAMAH Agung adalah benteng terakhir tegaknya hukum dan keadilan. Predikat agung melekat karena di situlah ujung wibawa hukum itu dipertaruhkan. Sayangnya, keagungan kian menjauh dari Mahkamah Agung. Keagungan itu nyaris pupus.
Lembaga itu sangat kehilangan rasa hormat di mata publik. Buktinya, hasil survei persepsi masyarakat yang dilakukan berbagai lembaga independen menunjukkan benteng keadilan itu termasuk yang menempati peringkat terkorup. Putusan Mahkamah Agung tidak lagi mencerminkan keadilan. Putusannya kental beraroma korupsi dan kolusi.
Pembenahan Mahkamah Agung sangat mendesak. Membenahi agar institusi itu menjunjung tinggi tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Salah satu caranya ialah memperbaiki remunerasi hakim, antara lain dengan memberikan tunjangan khusus di luar gaji kepada hakim di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya.
Dan itulah yang dilakukan negara. Mulai 1 April 2008, tunjangan hakim naik tidak tanggung-tanggung 300%. Setiap bulannya para hakim menerima tunjangan yang berkisar antara Rp4,2 juta sampai Rp31,1 juta. Tunjangan khusus itu tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2008 tertanggal 10 Maret 2008 tentang Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya.
Tunjangan terendah Rp4,2 juta diberikan kepada hakim pengadilan negeri kelas II dan pengadilan agama kelas II. Tunjangan tertinggi tentu saja diberikan kepada Ketua Mahkamah Agung, yakni sebesar Rp31,1 juta.
Uang itu tidak jatuh dari langit. Tunjangan hakim itu berasal dari uang hasil memeras keringat rakyat yang dikumpulkan melalui pajak.
Sesungguhnya negara memberikan tunjangan bukan dari kelimpahan harta.
Namun, negara menyisihkan uang pada saat masih banyak rakyat yang mati kelaparan dan tidak sedikit anak-anak menderita busung lapar. Tunjangan itu justru diberikan di atas penderitaan rakyat.
Para hakim harus memanfaatkan uang tunjangan itu untuk meningkatkan profesionalitas dan terutama integritas diri melawan mafia peradilan. Tidak gampang melawan mafia peradilan karena terkait dengan moralitas. Berapa pun besar tunjangan yang diberikan negara, jika moralitas hakim bobrok, tetap saja bermain mata dengan mafia peradilan.
Hakim harus malu menerima suap sekaligus menerima tunjangan khusus yang halal. Hakim yang ketahuan bermain mata dengan mafia peradilan harus dihukum seberat-beratnya. Atasan hakim itu juga harus diberi sanksi karena ia lalai mengawasi anak buahnya.
Tunjangan khusus untuk hakim baru bisa dikatakan bermanfaat jika rakyat mendapatkan keadilan sejati di lembaga peradilan. Proses mencari keadilan tidak berbelit-belit dan murah.
Rakyat rela saja hakim diberi tunjangan khusus asal ada jaminan birokrasi lembaga peradilan direformasi total. Mestinya, pimpinan Mahkamah Agung tampil di depan publik untuk memberikan jaminan memperbaiki kinerja lembaga peradilan. Memberikan jaminan kepada rakyat bahwa mafia peradilan segera dibasmi tuntas. Dengan demikian, keagungan lembaga dipulihkan.

Source: Media Indonesia

1 Komentar »

  1. Mungkin dengan naiknya tunjangan di lingkungan peradilan,mafia-mafia peradilan akan berkurang(kalo hilang ga akan mungkin).Hukum itu kan adil,harus adil juga dong dengan yang para hakim yang semestinya mereka dapatkan,asal di ingat.Hakim itu tangan Tuhan di dunia,karena keputusannya bisa sampai merampas nyawa orang.Dan nyawanya sendiri pun terancam,ayah saya pun yang seorang hakim,pernah diancam,pernah hampir dianiaya,bahkan difitnah pengacara.Tapi lihat penghasilannya?banyak utang,utang buat kami anak-anaknya sekolah.jadi memang saatnya tunjangan naik,supaya kehidupan hakim membaik,dan mafia peradilan sebisa mungkin hilang dibumi Indonesia.dan saya sekarang mungkin mau jadi hakim,jika apa yang nanti saya dapatkan sesuai dengan yang saya lakukan.Saya yang kuliah di fakultas hukum tidak ingin jadi hakim jika penghasinnya kecil,tapi resikonya besar!.jangan sampai badan yudikatif terus di anak tirikan oleh lembaga eksekutif dan legislatif.
    SEKALI LAGI,JADI HAKIM ITU TIDAKLAH MUDAH!,PERSOALNNYA BUKAN HANYA DI DUNIA,TETAPI DI AKHIRAT JUGA.
    SUDAHLAH JANGAN BANYAK PROTES,KOREKSI DIRI ANDA SENDIRI.
    JIKA ANDA INGIN MENDAPATKAN KEADILAN,TAPI BERIKANLAH JUGA KEADILAN BAGI KAMI WARGA PERADILAN

    Komentar oleh FAIRUZ — April 12, 2008 @ 2:59 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: