Hipmala ku sayang….

April 22, 2008

KPK Ditantang Ungkap Kasus Baru

Filed under: Korupsi — hipmala @ 4:34 am
Tags:

DECAK kagum memang layak dialamatkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah berani menangkap dan menahan para penyelenggara negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Ketika publik ragu dan kemudian menuding KPK tebang pilih dalam penanganan kasus aliran dana Bank Indonesia (BI), ternyata KPK justru terlihat makin ‘garang’. Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang telah cukup lama berstatus tersangka akhirnya pun ditahan KPK, menyusul dua tersangka sebelumnya, Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak.
KPK kembali menggebrak. Dalam waktu bersamaan, Kamis malam lalu, KPK menahan dua anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Antony Zeidra kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jambi, sedang Hamka Yandhu menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR, semuanya kader Partai Golkar. Atas penahanan mereka, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pun mempersilakan KPK melakukan proses hukum terhadap mereka.
Masih panjang deretan kasus yang terlihat sukses ditangani KPK. Berdasar catatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dalam 4 bulan terakhir ini, KPK di bawah kepemimpinan Antasari Azhar telah menangkap dan menahan 14 penyelenggara negara, mulai dari bupati hingga anggota DPR. Cukupkah hal ini membuat KPK puas?
Justru itulah yang hendak diungkapkan Ketua Badan Pengurus YLBHI Patra M Zen. Prestasi KPK sebenarnya tidak terlalu membanggakan—kalau tidak mau dibilang biasa-biasa saja. Sebab, kasus-kasus yang ditangani KPK tidak ada yang baru. Kasus aliran dana BI, misalnya, telah diselidiki semasa KPK dipimpin Taufiequrrahman Ruki. Bahkan, yang terbaru, penangkapan anggota Komisi IV DPR, Al Amin Nasution, juga telah diendus KPK sebelum kepemimpinan Antasari Azhar.
Tentu tidak ada yang salah dengan langkah KPK menindaklanjuti kasus lama. Namun, itu tidaklah cukup, karena sebenarnya masih banyak kasus besar yang belum disentuh. Dalam konteks itu, kiranya wajar bila YLBHI meminta KPK agar tidak cepat puas diri, karena masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan.
Pusat Kajian Anti (PuKAT) Korupsi Fakultas Hukum UGM juga memberi evaluasi senada kepada KPK. Bahkan, lembaga ini memberi warna rapor KPK kepemimpinan Antasari Azhar, merah tidak, hitam pun tidak, sehingga pas diberi warna buram. Mengapa? Tak lain karena tak ada gebrakan yang signifikan, KPK hanya meneruskan penanganan kasus lama.
Hemat kita, evaluasi yang dilakukan YLBHI dan PuKAT UGM menjadi masukan yang sangat berharga bagi KPK untuk meningkatkan kinerjanya. Kita sangat mendukung bila KPK lebih berani lagi membongkar kasus baru di lumbung-lumbung korupsi yang selama ini belum tersentuh. KPK tak cukup hanya mengendus skandal korupsi di BUMN, tapi juga lembaga lain seperti lembaga peradilan, dan bahkan istana kepresidenan. Inilah tantangan yang harus dihadapi KPK.
KPK diharapkan juga tidak terlalu sensitif menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pembukaan Konvensi Hukum Nasional di Jakarta beberapa hari lalu yang lebih menekankan pendidikan hukum sebelum penegakan hukum.
SBY seolah memberi kesan buruk bagi aparat penegak hukum yang melakukan penjebakan terhadap orang yang tidak tahu hukum dalam pemberantasan korupsi. Pernyataan tersebut memang tidak secara eksplisit ditujukan kepada KPK. Namun, semua orang tahu, lembaga yang paling diandalkan dalam pemberantasan korupsi saat ini adalah KPK.

Source: KR

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: